Program Literasi

  1. Pojok baca Sekolah

Pojok Baca Sekolah merupakan sarana pendukung Program Literasi Sekolah yang bertujuan menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di lingkungan sekolah. Pojok baca disediakan di setiap kelas dan/atau area strategis sekolah dengan koleksi buku bacaan nonpelajaran seperti cerita rakyat, cerpen, novel remaja, buku pengetahuan, dan majalah edukatif.

  1. Mading Literasi

Mading Literasi merupakan media kreativitas peserta didik dalam menyalurkan kemampuan membaca dan menulis. Mading ini menampilkan berbagai karya literasi siswa seperti puisi, cerpen, pantun, resensi buku, artikel sederhana, dan poster edukatif. Melalui Mading Literasi, siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, serta berani menyampaikan gagasan secara tertulis.

  1. Literasi Membaca ( sekali dalam seminggu)

Literasi membaca sekali dalam seminggu di kelas merupakan kegiatan pembiasaan membaca yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari Program Literasi Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum memulai pelajaran pertama selama 30 menit setiap hari Selasa di dalam kelas dengan membaca buku bacaan nonpelajaran seperti cerpen, novel remaja, buku pengetahuan, atau bacaan edukatif lainnya.

Setelah kegiatan membaca, peserta didik diminta untuk menyampaikan, kesan, atau pesan moral dari bacaan yang telah dibaca. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan memahami isi bacaan, serta melatih keterampilan siswa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait